Asep, Penjual Es Keliling yang Sukses Berkat Strategi Digitalisasi dan Inovasi Unik?
Bandung, 21 Oktober 2025 – Siapa sangka, seorang penjual es keliling bisa menjadi contoh sukses wirausaha kecil yang beradaptasi dengan dunia digital.
Adalah Asep Supriyadi (34), warga asal Bandung, yang berhasil mengubah gerobak es sederhana menjadi bisnis minuman kekinian dengan omzet belasan juta rupiah per bulan. Rahasia suksesnya bukan pada keberuntungan, melainkan strategi digital dan inovasi promosi yang tak biasa.
1. Dari Gerobak ke Dunia Digital
Awalnya, Asep berjualan es keliling di sekitar kawasan sekolah dan pasar tradisional. Namun, pandemi membuat penghasilannya turun drastis. Alih-alih menyerah, ia mulai mempelajari strategi pemasaran online lewat YouTube dan komunitas UMKM digital. “Saya belajar cara buat konten, foto produk, sampai bikin promosi lewat WhatsApp dan media sosial,” kata Asep saat ditemui di Bandung, Senin (21/10).
Dengan smartphone sederhana, ia mulai memotret dagangannya dan mengunggahnya ke media sosial. Responsnya luar biasa — banyak pembeli mulai melakukan pemesanan lewat chat dan aplikasi pesan antar.
2. Strategi Tak Biasa: “Rasa Unik dan Cerita di Balik Es”
Asep menyadari bahwa di era digital, cerita dan pengalaman pelanggan lebih penting daripada sekadar produk. Ia menciptakan konsep “Es Cerita Bandung” — di mana setiap rasa memiliki kisah tersendiri, seperti Es Cinta Pertama (campuran stroberi dan susu) dan Es Semangat Pagi (rasa kopi karamel).
“Banyak orang beli bukan cuma karena haus, tapi karena penasaran dengan ceritanya,” ujarnya sambil tersenyum. Pendekatan kreatif ini membuat Asep viral di TikTok dan Instagram. Bahkan, beberapa kali ia mendapat undangan dari acara komunitas UMKM dan konten kreator lokal.
3. Digitalisasi Membuka Peluang Finansial Baru
Kini, Asep tak lagi berkeliling sejauh dulu. Ia sudah punya tiga karyawan muda yang membantu produksi dan pengiriman pesanan. Pembayaran pun dilakukan secara digital melalui e-wallet seperti OVO dan GoPay, yang memudahkan pelanggan dan mempercepat transaksi.
Menurut Asep, teknologi membuat bisnis kecil terasa lebih besar. “Sekarang saya bisa terima order dari luar kota. Semua lewat online, tinggal kirim lewat kurir,” ungkapnya.
4. Dukungan Komunitas dan Semangat UMKM Naik Kelas
Kesuksesan Asep juga tak lepas dari bimbingan komunitas OTAKU88 Creative Hub, wadah UMKM digital yang fokus pada inovasi bisnis dan literasi teknologi. Mereka membantu pelaku usaha kecil memahami strategi promosi, branding, dan sistem pembayaran digital.
“Asep adalah bukti bahwa siapa pun bisa sukses asal mau belajar dan beradaptasi,” kata Rizky Prasetyo, koordinator OTAKU88.
Kesimpulan
Kisah Asep, penjual es keliling yang kini sukses berkat strategi digital, menjadi inspirasi bagi ribuan pelaku UMKM di Indonesia. Dengan kreativitas, semangat, dan keberanian mencoba hal baru, Asep membuktikan bahwa digitalisasi bukan hanya milik pengusaha besar, tapi juga bagi mereka yang berani berinovasi dari jalanan.
Kini, dari gerobak sederhana di sudut kota Bandung, Asep telah menunjukkan bahwa kemenangan sejati datang dari kerja keras dan kemampuan beradaptasi — bukan keberuntungan.
